Latest Post

Ten Hag memiliki strategi mantap dalam pertandingan Man Utd vs Brighton Alfeandra Dewangga selingkuh? ini ungkapan mantannya!

Pembawa acara terkenal Reuben Winsue baru-baru ini mengatakan dia menderita kondisi yang disebut Empty Sella Syndrome. Situasi tersebut memaksanya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pasalnya, penyakit ini bisa tak tertahankan jika Anda menghabiskan waktu lama di ruangan bersuhu rendah.

Lantas, apa sebenarnya Empty Sella Syndrome itu? Apa dan gejalanya? Mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana rasanya memiliki miliaran harta? Simpan hal ini! Jimat Uang Tepat pada waktunya, Sultan Andara akhirnya putus dengan Unishara!

Snap On Smile Bekerja untuk Perusahaan AS, Tinggal di Medan Search Ads Baca Juga: Ketahui, Ini Penyakit Yang Lebih Sering Menyerang Wanita Dibanding Pria Posting dari alodokter.com, Empty Sella Syndrome (ESS) adalah Penyakit langka pada otak.

Meski biasanya asimtomatik, penyakit ini bisa bertambah parah seiring waktu. Kondisi yang memburuk dapat ditandai dengan sakit kepala kronis dan gangguan hormonal atau visual.

Empty sella syndrome (ESS) adalah masalah kesehatan langka yang terjadi di sella. Artinya, struktur tulang yang terletak di dasar tengkorak dan berfungsi untuk melindungi kelenjar pituitari.

Kelenjar pituitari sendiri memiliki peran penting dalam memproduksi hormon untuk mengatur berbagai fungsi organ tubuh. Jika Empty Sella Syndrome tidak terdeteksi dini atau segera diobati, produksi dan kerja hormon tertentu dapat terganggu.

Apa PenyebabEmpty Sella Syndrome? Berdasarkan etiologinya,Empty Sella Syndrome dibagi menjadi dua jenis, yaitu: Empty Sella Syndrome primer Sampai saat ini, penyebab sindroma sella kosong primer belum diketahui.

Namun, kondisi ini sering dikaitkan dengan cacat lahir yang menyebabkan retakan kecil pada lapisan penutup otak. Kondisi ini akhirnya memungkinkan cairan di otak atau cairan serebrospinal bocor dan masuk ke sella, sehingga menyebabkan kelenjar pituitari menyusut dan tidak berfungsi dengan baik.

Sekunder Empty Sella Syndrome Sekunder Empty Sella Syndrome dapat berupa malfungsi dari sella atau kelenjar hipofisis karena berbagai penyebab, seperti: Cedera kepala karena benturan yang parah atau kecelakaan Terapi radiasi pada area kepala Riwayat operasi Tumor otak Infeksi otak atau ensefalitis Sheehan syndrome Empty sella syndrome Apa saja gejalanya? Orang dengan Empty Sella Syndrome biasanya tidak memiliki gejala, sehingga seringkali sulit untuk dideteksi.

Gejala baru muncul ketika kelenjar pituitari berkontraksi, memicu ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Oleh karena itu, setiap pasien dengan Empty Sella Syndrome mungkin mengalami gejala yang berbeda karena tergantung pada hormon yang terpengaruh.

Beberapa gejala umum dari Empty Sella Syndrome adalah: Kelelahan terus-menerus Sakit kepala kronis Penurunan penglihatan Mata kering Tekanan darah tinggi Penurunan libido Gangguan menstruasi pada wanita Impotensi pada pria Cairan hidung bening dan tidak berasa Bagaimana Pengobatan Empty Sella Syndrome? Untuk mendiagnosis Empty Sella Syndrome, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan anggota keluarga, dan melakukan pemeriksaan fisik dan tes tambahan.

Investigasi akan mencakup tes darah untuk mengukur kadar hormon tertentu, dan CT scan atau MRI kepala untuk menilai kondisi sella dan kelenjar pituitari. Jika hasil tes menunjukkan bahwa pasien memiliki Empty Sella Syndrome, tetapi tidak ada perubahan signifikan pada kelenjar pituitari, fungsi hormon tidak terganggu, dan tidak ada gejala, umumnya tidak perlu mencari pertolongan medis, dan hanya rutin. pemantauan diperlukan.

Namun, jika kelenjar pituitari menyusut, mengganggu fungsi hormonal, menyebabkan berbagai gejala, dokter akan memberikan pengobatan untuk mengembalikan keseimbangan hormon dalam tubuh.

Selain itu, pengobatan lain, seperti pereda nyeri, obat tetes mata, atau obat tekanan darah, akan diberikan untuk meredakan gejala. Pembedahan dapat dilakukan jika cairan serebrospinal bocor dari hidung.

Padahal, selama penyakit itu dikendalikan dan diobati sejak dini, tidak ada bahayanya. Meski begitu, komplikasi dari stres di otak, ketidakseimbangan hormon, atau masalah aliran cairan serebrospinal bisa memperburuk kondisi pasien hingga berujung kematian.

Empty Sella Syndrome jarang terjadi. Namun, jika Anda memiliki gejala yang mirip dengan Empty Sella Syndrome, segera dapatkan bantuan medis. Hal ini dilakukan agar penyebabnya dapat diketahui dan segera ditangani.